Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2018

Mengenal Calon Legislatif Kota Malang Dapil Sukun No. Urut 2

Pemilu sebentar lagi, tepatnya tanggal 17 April 2019. Oleh karena itu sebelum nanti salah pilih, kita harus mengenal dulu calon legislatifnya. Disini saya akan sedikit mengenalkan calon legislatif daerah pilihan Kecamatan Sukun Kota Malang nomor urut 2 yaitu Bapak ROSANI PROJO.

Bapak ROSANI PROJO atau disapa Pak Rosani adalah Calon Legislatif DPRD Kota Malang nomor urut 2 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan daerah pilihan Kecamatan Sukun Kota Malang. Beliau yang suka akan urusan sosial, ekonomi maupun pendidikan ini ingin sekali dan sangat perlu adanya pemuktahiran. Kata kutipan beliau " Masih banyak urusan - urusan sosial, ekonomi maupun pendidikan di wilayah Sukun yang sangat perlu adanya pemuktahiran, sehingga tidak ada lagi ketimpangan". Dari kutipan beliau itu disimpulkan bahwa masih banyak masyarakat khususnya wilayah Sukun yang masih ada ketimpangan diurusan sosial, ekonomi maupun pendidikan. Fraksi dari PDI Perjuangan ini juga menyeruhkan kepada generasi muda untuk sadar akan budaya kita sendiri walau di jaman millenial.

Beliau sangat mendukung jiwa - jiwa muda generasi bangsa untuk berkreasi, berinovatif dalam membangun bangsa karena masa mendatang kaum muda atau generasi millenial ini adalah regenerasi bangsa kita. Tak hanya itu, beliau juga menyeruhkan dimedia sosial selalu sadar akan ideologi bangsa Indonesia yaitu PANCASILA.

Jadi jangan salah pilih calon legislatifnya untuk daerah pilihan Kecamatan Sukun Kota Malang yaitu nomor urut 2 ROSANI PROJO Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Kalau masih kepo dengan beliau, follow saja di link dibawah ini :

Categories:

Rabu, 16 Agustus 2017

Santri ditengah arus Global


Awas Hari, Santrimu kemalingan!!!!

Jangan berlagak tidak mengerti, kalian itu cukup mengerti dengan apa yang karus kalian lakukan. Lakukanlah yang terbaik untuk Indonesia dan juga dirimu sendiri. Jangan berlagak BODOH, Kalian cukup pandai, Kalian cukup mempunyai keahlian untuk mempersatukan dan memajukan Bangsa Indonesia ini. "Bergerak terus...teruslah bergerak demi tercapainya tujuan”.

Berbicara prihal santri tentunya yang pertama kali tersirat difikiran kita adalah mereka-mereka para pemuda yang memusatkan studi keilmuan pada sistem pendidikan keagamaan, agama Islam tentunya. Namun tahukah kita awal mulanya istilah santri itu muncul di Negara kita ini? Percaya atau tidak, silahkan bagaimanapun juga tulisan ini dibuat tidak untuk dipercaya atau bahkan wajib diyakini.  Kata Satri pada dasarnya adalah adopsi dari bahasa sansekerta. “santre”  berartikan orang yang senantiasa mendaya gunakan dirinya untuk mengembarakan daya intelektualitas kedalam dunia kerohaniahan, menghafalkan ajaran-ajaran budi pekerti dalam hal ini adalah Agama” maka tidak mengherankan jika dalam sistem pendidikan pesantren menghafal adalah produk yang utama dan begitu menonjol. Memang tidak dipungkiri bahwa fakta sejarah Indonesia membuktikan bahwa awal mula berdirinya lembaga pendidikan di Indonesia ini adalah sistem pesantren. Mereka nenek moyang kita yang beragama Islamlah yang mengawali terbentuknya pendidikan di Nusantara ini, Bahkan jauh sebelum para bangsa penjajah masuk di Nusantara ini dan membangun struktur kependidikan yang cenderng bernuansa kelas sosial dan propaganda. Dahulu memang ada sistem pendidikan Surau di Nusantara, namunasistemaituatakadapatabertahanalamaadijNusantra.

            Hari ini 22 Oktober 2015, langkah awal disahkannya Hari Santri Nasional. Terlepas dari pro-dan kontranya tentang peristiwa ini, saya pribadi sebagai rakyat, sebagai Orang Indonesia, sebagai Murid (lebih suka mengaku murid daripada Santri) dan sekaligus sebagai pemuda merasa perlu untuk prihatin sekaligus waspada. Disamping saya juga merasa bangga tentunya dengan momentum ini. Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan tentang keluh kesah saya pada momentum ini. Kita semua tahu dan mungkin ada juga yang sampai mempercayai bahwa keberlangsungan, kemajuan dan kejayaan sebuah negara sebenarnya terletak pada kondisi para pemudanya.  Yang membuat saya merasa agak sedikit canggung disini adalah terpusat pada kondisi pemuda yang dewasa ini dirasa agak sedikit memprihatinkan.

            Mengenai kebangkitan pemuda dan nasib Indonesia yang jika kita baca dalam ranah sejarah ini merupakan siklus yang biasa terjadi disetiap dekade dan hitungan-hitungan tertentu. Mungkin kita semua tahu bahwa latar belakang pemuda dan terbentuknya Negara ini tak bisa dipisahkan dengan sejarah awal mula di tahun (belasan) jauh sebelum Indonesia Merdeka. Kita mulai dari awal secara singkat. Mula-mula para pemuda Indonesia yang menjadi Mahasiswa yang bersekolah di Belandalah yang merasa menemukan Tanah Air dan Nasionalnya. Lalu itu berpengaruh besar terhadap pergerakan-pergerakan di Nusantara yang muncul setelah itu. Namun pada waktu itu angkatan muda yang berpendidikan adalah mereka yang berlatarbelakang anak-anak keturunan kelas Priyayi. Sedangkan pada gilirannya sejarah pula membuktikan bahwa Priyayi adalah perkawinan Politik dari Kolonialisme dan Feodalisme. Tidak dipungkiri memang, pada waktu itu yang cenderung terlihat bergerak adalah mereka-mereka intelektual muda dari keturunan Priyayi. Karena merekalah yang berkesempatan memang. Maka itu sebabnya dari dulu hingga kini menimbulkan pengaruh “Budaya Panutan“ (terlepas dari Idiologi keagamaan). Budaya panutan dalam hal sistem bernegara maupun berkehidupan. Rakyat yang “BODO” manut saja dengan yang Pinter, Rakyat yang “DEDEL dan KUMEL”  nggak usah ikut mikir tinggal manut saja, rakyat yang lemah nggak usah melu-melu. Tidak ada kesempatan bagi rakyat khususnya yang muda untuk berusaha urun rembug meluaskan pikirannya, mendayagunakan akal untuk kepentingan pribadi sekaligus bersama, tidak ada sama sekali. Maka hal yang wajar jika semasa kecil pemuda yang mlarat lebih baik mondok daripada bersekolah dan bercelana. Sehingga sempat menimbulkan budaya yang negatif disetiap institusi pendidikan dimasa itu, baik dari pesantren terhadap sekolahan formal bentukan kolonial maupun sebaliknya.

            Budaya Panutan Terbukti secara jelas sewaktu Indonesia dibawah kekuasaan ORBA. Karakter Pemuda Bangsa Indonesia yang dahulunya bersifat Heroik itu dimatikan. Pemuda Indonesia sedari SD hingga jenjang Bangku Perkuliahan di didik KEBOHONGAN. Ditindas cakrawala intelektualitasnya, dimatikan daya keberaniaanya, sampai-sampai semua tiarap, rakyat, pers bahkan mereka para intelektuil yang berlapis-lapis gelarnya bungkam dan membenarkan kebenaran Massa ORBA. Sebab memang rakyat harus dibikin kecil sekecil kecilnya nyalinya termasuk pemudanya. Dengan demikian supaya mudah untuk diperintah, mempermudah modal kepentingan multi-Nasional masuk dengan kedok kemanusiaan yang sejatinya adalah bisnisasemataabukanamoral.

            Kalaupun toh ada yang melepas diri dari kebohongan dan menolak kebohongan tersebut tentulah menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan setelah itu mati. Sementara itu pemuda-pemuda santri tetap bergerak aman karena kedunguan mereka prihal Negara. Justru menurut penulis pribadi, disinilah titik aman lembaga Pesantren/ para santri. Mengapa demikian? Karena mereka para Santri (yang benar-benar menganggap dirinya santri) masih belum terpaku pada sistem politik kekuasaan, mereka masih bebas otaknya. Mereka hanya tau ketulusan, kesucian, kebenaran dan keindahan. Jangan sampai gerakan People-Power yang bersifat bawah tanah ini kandas ditengah jalan. Seperti hanya peristiwa 12 mei 1998 yang kandas akibat tunggangan politik vertikal yang berhasil menunggangi pergerakan pemuda masa itu. Memang sudah semestinya gerakan revolusi itu mendapat apresiasi, silakan saja kalau mau kita bikin kesepakatan bagi mahasiswa untuk menjadikan kesepakatan bersama untuk menjadikan peringatan Nasional yang perlu dimeriahkan dengan pesta dan liburan. Tapi apakah ya layak jika hal itu hanya menimbulkan efek seremonial belaka tanpa ada kritik yang membangun buat kedepannya?. Sama seperti hanya Hari Santri ini. Jangan sampai momentum ini dicemari oleh tinta keruh mereka yang berkuasa. Penguasa jelas beda dengan pemimpin, Tai jelas beda dengan Roti, apalagi Batu Kali dengan INTAN, nah sementara Demokrasi kita sekarang ini? Tak bisa membedakan semua itu. Krisis MULTI DIMENSIONAL ini yang harus kita waspadai. Sungguh Eman-eman jika momentum ini kotor duluan sebelum menjadi arti. Para satri sudah waktunya untuk bergerak, harus lebih dewasa dari sebelumnya, harus bisa ambil sikap dan prinsip harus pintar-pintar membedakan mana Ta’dzhim mana perbudakan, harus tau kepada siapa sesungguhnya mereka harus Ta’dzimii, mereka takuti dan patuhi. Apakah kepada Guru, ataukah juga kepada para Penguasa yang berusaha merong-rong mengambil hati Sang Guru demi umpan mata kail mereka, demi meraih kepercayaan, simpatisan yang bersifat semu dan imajinatif belaka? Ta’dzhim itu perlu, baik indah dan benar. Karena takdzhim bukan berarti mematikan kemerdekaan nurani dan fikiran, kemerdekaan nurani dan fikiran mutlak sifatnya adalah hak prerogratif setiap individu dengan Tuhannya, dan jelas bukan termasuk kedalam muatan rukun dan syarat untuk tidak berta’dzhim kepada guru. Karena dalam pesantren sendiri mengenal dengan apa yang disebut “hifdzul al-aql” (kewajiban melindungi daya intelektual) dan saya rasa ta’dzhim sendiri sudah termasuk strategi dalam perlindungan daya intelektual terutama kemerdekaan nurani danafikiran.

            Problem krisis MULTI DIMENSIONAL di Indonesia saya rasa bisa diatasi dengan Bangkitnya Pesantren dan Para santri-santri (Pemuda). Metode Pendidikan kepesantrenan yang dirasa begitu diperlukan dewasa ini. Metode Pendidikan yang dimana lebih mementingkan metode Tarbiya daripada Ta’lim dirasa lebih cocok untuk membangun karakter setiap Individu-individu yang berbeda. Karena secara fakta sejarah sistem pendidikan dipesantren sendiri kebanyakan merupakan adobsi dari nilai-nilai yang berkembang dimasyarakat, disamping pesantren sendiri merupakan sistem sosial yang khas atau beda dari sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Disisi lain, kontribusi pesantren sendiri terhadap Negara akan lebih besar sebenarnya jika kita melihat dan memposisikan pesantren secara adil dalam strategi pembangunan keberlangsungan bangsa. Karena dalam sistem pesantren terdapat 3 (tiga) elemen dasar yang mampu menjadikan Negara ini sebagai Negara Adikuasa diharibaan mendatang. Ke-Tiga nilai lebih yang dimiliki ini antara lain, Pertama pola kepemimpinan pesantren yang mandiri, yang tidak terkooptasi oleh Negara. Kedua, dalam strategi penyaluran keilmuan di pesantren menggunakan kitab kuning sebagai rujukan umum yang selalu digunakan dari zaman-kezaman tradisi“ tasirul al-kitab bil al-Kutub”  dan yang terakhir adalah sistem nilai yang digunakan oleh masing-masing pesantren tidaklah sama, karena mengadopsi dari sistem nilai yang ada di masyarakat masing-masing pesantren. Ketiga nilai ini sebenarnya merupakan pondasi awal sekaligus “JIMAT”  yang paling ampuh guna menjaga sekaligus membangun Negara ini sebagai Negara yang berdaulat adil dan makmur mengingat Indonesia sendiri merupakan Negara yang terdiri dari keanekaragaman sosial yang begitu universal. Sementara para santri merekalah pemuda-pemuda yang berjiwa bocah Angon yang siap ngangon Indonesia ini. Merekalah Tukang Angon yang bukan hanya memutuskan suatu permasalahan tanpa ada keberlangsungannya seperti mereka-mereka yang berkuasa, melainkan mereka para santrilah yang memutuskan sekaligus melaksanakan layaknya bocah angon yang benar-benar bertanggung jawab atas gembalaannya. Sudah waktunya kita mandiri dan jangan berharap banyak pada partai politik yang ada, meskipun dalam rangka ikut andil ndandani Indonesia sementara waktu ini haruslah ikut parta politik toh ya nggak ada ceritanya Tukang Angon harus pakai kaos partai, meskipun itu dikasih GRATISSS!!!!!!


05.04 Malang, 22 Oktober 2015
Kamar Pengasingan Anak Asuh Rembulan 



Categories:

Jumat, 25 November 2016

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Pada kesempatan kali ini tanggal 25 November 2016, Tim Rumah Aspirasi Masyarakat Malang Raya (Rumah ASMMARA) mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Bapak Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM selaku anggota MPR/DPR RI Fraksi PDI Perjuangan memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR di Gedung Panti Asuhan Jl. Ters. Janti dengan materi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang – undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara Serta Ketetapan MPR. Turut mengundang juga Bapak Mayor Caj, Lukas Wahyu Dewanta selaku Bintaldam Brawijaya untuk memberikan materi NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Acara dibuka pada pukul 18.00 WIB dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Lilik. Bapak Drs. Wahyu Widayat, SH selaku Ketua Tim Rumah Aspirasi Masyarakat Malang Raya, memberikan sambutan hangat kepada para tamu undangan. Cuaca pada saat itu hujan deras, tidak menyurutkan tamu yang hadir kurang lebih 200 tamu undangan.
Pada akhirnya giliran Bapak Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM memberikan materi dan menjelaskan isi materi. Dan dilanjutkan oleh Bapak Mayor Caj, Lukas Wahyu Dewanta untuk meneruskan materi tersebut.
Materi – materi Sosialisasi 4 Pilar MPR RI periode 2014-2019 yang diselenggarakan di Gedung Panti Asuhan Jalan Ters. Janti, merupakan kelanjutan dan peningkatan dari kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang dilaksanakan oleh MPR RI periode 2009-2014.
Semoga dengan adanya sosialisasi ini menjadikan masyarakat akan satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara  dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan Negara.

Categories:

Sabtu, 19 Desember 2015

Kabar Duka Menyelimuti Keluarga Besar Aremania



Bus yang di tumpangi Aremania yang di serang oleh oknum Bonekmania (foto sumber WeAremania.net)

Sleman - Dua orang suporter Aremania harus meregang nyawa dalam perjalanan mereka untuk mendukung Arema Cronus bermain melawan Surabaya United. Kedua tim akan bertemu di babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (19/12) malam.
Kedua korban meninggal di dua tempat yang berbeda. Yang pertama, Eko (28 tahun) meninggal dunia setelah bus bernopol BG 7935 RF yang ia tumpangi diserang puluhan oknum suporter di SPBU Jatisumo Ngampal Sragen sekitar pukul 04.45 WIB.
Sementara korban kedua yang meninggal adalah Slamet, warga Polgajih, Blitar yang diserang di batas kota Sragen, Dukuh Ngrandu, Nglorog, Sragen.
Berdasarkan kabar yang beredar, Eko (28 tahun) diserang saat bus yang ia tumpangi berhenti di SPBU Jatisumo Ngampal Sragen sekitar pukul 04.45 WIB. Rombongan Aremania tersebut berhenti untuk makan dan juga menunaikan solat subuh.
Namun nahas bagi Eko, pemuda 28 tahun yang sudah yatim piatu ini ditarik keluar dari bus oleh puluhan oknum suporter lain yang menggunakan truk bak terbuka dan dihajar menggunakan batu dan juga benda tumpul lain hingga meregang nyawa.
Selain Eko yang meninggal dunia, dua korban di bus yang sama juga sampai saat ini masih dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen, Jawa Tengah.
Sementara itu di tempat berbeda, nasib yang sama juga menimpa Slamet dan tujuh rekanAremania lainnya. Slamet yang mengendarai mobil Daihatsu bernomor polisi AG 1275 KA, diserang oknum suporter lain saat menambal ban yang kempes di daerah Nglorog, Sragen.
Seperti dilansir Joglosemar, salah seorang penumpang, Novitasari (17) warga Plampangan, Kesamben, Kabupaten Blitar menyebut para oknum Bonek meminta tujuh penumpang yang berada dalam mobil untuk keluar dari mobil.
Nahas, satu dari tujuh penumpang, yakni Slamet (25) tahun, warga Polgajih, Blitar dikeroyok hingga mengalami luka parah di bagian kepala.
Korban yang juga pemilik mobil sempat dilarikan ke RSUD Sragen. Namun karena mengalami luka parah, Slamet akhirnya meninggal di rumah sakit.

sumber : wearemania.net

Categories:

Mengukur kinerja organisasi Telecenter Daragati

Kunjungan Ibu Farida dari Komunitas Peduli Anak dan anggota KIM BIJAK Kota Malang
Dalam rangka menghidupkan kembali Telecenter Daragati Kota Malang, berbagai upaya dilakukan oleh pihak Manajemen baru. Setelah melaksanakan sosialisasi tentang keberadaan Telecenter, membangun citra baru adalah upaya berikutmya. Mulai membangun ikon dan filosofi sesuai dengan kondisi kekinian, khususnya dengan mem branding menggunakan open Source. Dan menjalankan kegiatan sosialisasi dan kegiatan inti di lokasi yang terjangkau .
Dalam rapat rutin manajemen ditetapkan beberapa kegiatan akhir tahun, yang diharapkan dapat mengangkat kembali keberadaan dan fungsi Telecenter sebagai tempat berlatih komputer dan berinteraksi dengan internet. Dan tidaklah mudah membangun suasana baru dengan manajemen baru. Namun itu sudah menjadi resiko menjadi bagian dalam kesejahteraan dan ke Martabat an Kota Malang tercinta.
Kekompakan tim, satu hati serta satu langkah bersama Pemerintah Kota Malang harus diwujudkan. Tentu saja harmonisasi dan sinergi kegiatan tak akan lepas dari kebijakan Dinas Kominfo, khususnya bidang Aptika yang sudah bekerja keras mewujudkan manajemen baru. Seiring dengan amanah mengelola Telecenter Daragati sebagai aset Pemerintah Daerah Kota Malang.
Kunjungan secara personal Ibu Farida dari Komunitas Peduli Anak Kota Malang ke Telecenter Daragati Jum at (23/10) adalah satu upaya memperkenalkan aktivitas dan kegiatan tempat belajar internet milik Pemerintah Kota Malang. Beliau adalah salah satu anggota KIM BIJAK Kel Bandungrejosari yang sukses menyelenggarakan even lomba mewarna di Studio Radio Duta Swara dengan menghadirkan 109 anak.Dan kunjungan kali ini pihak Manajemen menyampaikan profil Telecenter Daragati yang harapannya dapat menjadi tempat penyelenggaraan lomba mewarnai tingkat anak di tahun mendatang.
Kunjungan Drs M Natsir dari DisKominfo Prov Jatim saat evaluasi jaringan speedy (ilustrasi Kantor Telecenter Daragati di masa datang)
Sebagai langkah lanjutan adalah membuat draft kegiatan berbasis Telecenter yang dapat diminati oleh masuarakat Kota Malang, namun dapat menjadi daya tarik Pemerintah Daerah Kota Malang dalam mewujudkan peran sertanya sebagai motivator dan fasilitator kegiatan berbasis internet. Lebih khusus adalah percepatan dalam ukuran keberhasilan kebijakan Walikota Malang dalam RPJMD Kota Malang 2013-2018.
Kegiatan lainnya adalah memberikan perlakuan dalam melengkapi kegunaan fasilitas yang selama ini menjadi daya dukung Telecenter Daragati. Khususnys dalam peranan Telecenter Daragati Kota Malang menjadi Multipurpose Cummunity Development Telecenter. Beberapa diantaranya adalah penguatan sarana dan prasarana pendukung. Seperti peningkatan kebersihan sarana Olahraga bulutangkis, penjadualan dan identifikasi pemakai (user), dan perencanaan global (pemetaan dan identifikasi kebutuhan di kegiatan tahun 2016). Permintaan / usulan kegiatan kepada Tim Pembina berupa pengadaan sarana Komputer dan perencanaan kegiatan pelatiham juga menfapatkan perhatian khusus.
Kunjungan ke Telecenter Mini di Ds. Minggirsari Kec. Kanigoro Blitar 18/12
Walau sampai saat ini masukan berupa usulan kegiatan oleh masyarakat sekitar, usulan kelompok masyarakat saat sosialisasi Telecenter Daragati dan beberapa tamu yang datang juga mendapatkan perhatian khusus. Semisal perencanaan pelatihan di Kelurahan Buring dan Bumiayu, pembinaan lingkup usaha dan kemitraan dengan beberapa organisasi masyarakat pun diharapkan dapat memperkuat posisi dan peran serta Telecenter Daragati bagi keberhasilan pembangunan di Kota Malang. Khususnya di bidang TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi).
Branding produk di TC Bung Karno Blitar
Beberapa kunjungan kerja ke Telecenter Bung Karno dan Telecenter mini desa Minggirsari Kec Kanigoro Kab Blitar juga menjadi masukan berarti bagi tercapaiinya kinerga organisasi Telecenter ini. Meskipun belum ada pembinaan khusus dari Pemerintah Kota Malang (terkait asset dan pejabat pengelola) namun perencanaan kegiatan diharapkan akan menjadi target sukses Telecenter Daragati di tahun 2016.




Categories:

Senin, 14 Desember 2015

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005-2025).

Sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana (RPJPN 2005-2025) Pembangunan Jangka Panjang Nasional telah disusun sebagai kelanjutan dan pembaruan tahap awal perencanaan pembangunan di Indonesia. RPJPN, rencana pengembangan yang membentang dua puluh tahun, bertujuan untuk mencapai tujuan pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. rencana jangka panjang ini melibatkan melakukan restrukturisasi kelembagaan sekaligus menjaga bangsa dalam kecepatan dengan negara-negara lain.

RPJPN ini untuk alasan perencanaan dan efisiensi dibagi dalam empat tahap, masing-masing dengan umur lima tahun. Keempat tahap ini adalah empat rencana jangka menengah terpisah yang disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN disingkat) dan menjalankan paralel dengan kantor pengambilan pemerintahan baru. Melalui jangka menengah berencana pemerintah yang terpisah dapat menetapkan prioritas mereka sendiri dalam proses pembangunan ekonomi nasional (dengan syarat bahwa prioritas ini sejalan dengan RPJPN jangka panjang).


VISI DAN MISI RPJPN 2005-2025

Visi dan misi RPJPN 2005-2025 adalah untuk membangun sebuah negara yang maju dan mandiri, adil dan demokratis, dan damai dan bersatu.

Tiga pasangan kata yang digaris bawahi dijabarkan sebagai berikut:

Dikembangkan dan mandiri; untuk mendorong pembangunan yang menjamin kesetaraan mungkin terluas di negara itu, didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur dikembangkan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan didukung oleh pelaksanaan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.

Adil dan demokratis; untuk mendorong pembangunan yang menjamin penegakan hukum yang adil, konsisten, tidak diskriminatif, melayani kepentingan publik dan mendukung kelanjutan bertahap demokrasi dalam berbagai aspek kehidupan politik agar dapat diterima sebagai demokrasi konstitusional.

Damai dan bersatu; untuk mendorong pembangunan yang mampu mewujudkan rasa aman dan kedamaian di antara semua orang, mampu menampung aspirasi masyarakat yang dinamis ini, menegakkan kedaulatan negara dan integritas wilayah, serta untuk melindungi semua orang dari segala ancaman.

Selama rencana ini, pembangunan ekonomi ditujukan untuk mencapai tujuan utama sebagai berikut:
  • Pembentukan struktur yang solid di mana ekonomi pertanian (dalam arti luas) dan pertambangan membentuk dasar ekonomi yang menghasilkan produk baik dengan cara yang efisien dan modern, di mana industri manufaktur mengandung daya saing global dan menjadi motor dari ekonomi, dan jasa menjadi perekat ketahanan ekonomi.
  • Pendapatan per kapita pada tahun 2025 harus mencapai sekitar USD $ 6000 dalam kombinasi dengan tingkat yang relatif baik dari ekuitas sementara jumlah orang miskin tidak boleh lebih dari lima persen dari total penduduk.
  • Jangkauan swasembada pangan dan mempertahankannya pada tingkat yang aman. Ini harus berisi kualitas gizi yang cukup dan tersedia untuk setiap rumah tangga.

RENCANA JANGKA MENENGAH

Seperti disebutkan di atas, RPJPN dibagi dalam empat rencana terpisah jangka menengah (RPJM) yang semua memiliki masa hidup lima tahun. Dari empat rencana ini hanya yang pertama telah selesai. Saat ini, rencana kedua sedang berlangsung. Skala dasar prioritas dan strategi RPJM secara ringkas berikut ini:

1. PERTAMA RPJMN (2005-2009)

Sayangnya, RPJMN ini dieksekusi selama periode guncangan eksternal yang disebabkan oleh krisis di Amerika Serikat dan Eropa. Meskipun Indonesia masih mampu menunjukkan pertumbuhan, rute guncangan eksternal itu menyebabkan dampak negatif, terutama pada indikator sosial seperti pengentasan kemiskinan dan penanggulangan pengangguran. Juga pemotongan subsidi BBM pada tahun 2005 memiliki dampak negatif pada indikator ini karena inflasi yang tinggi yang dihasilkan.

2. KEDUA RPJMN (2010-2014)

Tahap ini bertujuan untuk konsolidasi lebih besar dari reformasi Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk promosi pengembangan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian.

3. KETIGA RPJMN (2015-2019)

Tahap ketiga ini bertujuan untuk konsolidasi lebih besar dari pembangunan secara komprehensif di segala bidang dengan menekankan pencapaian daya saing ekonomi atas dasar daya saing sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia dan dengan kemampuan yang meningkat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. KEEMPAT RPJMN (2020-2025)

Bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan struktur ekonomi menyadari bahwa lebih padat atas dasar keunggulan kompetitif di berbagai daerah, dan didukung oleh kualitas dan sumber daya manusia yang kompetitif.

Categories:

Sabtu, 05 Desember 2015

Berderu suara mesin GOR Ken Arok


Bersiap....gooooooo!!!!

Suara mesin yang menderu-deru seakan meramaikan suasana yang cerah di kota Malang. Suara itu terdengar dari mesin-mesin sepeda motor komunitas Drag dari berbagai daerah. Suasana yang cerah meski sedikit mendung, tapi penonton sangat antusias melihat komunitas-komunitas Drag yang lagi beraksi di belakang halaman GOR Ken Arok Jl. Mayjen Sungkono,Buring Kota Malang. Ya...saya ngga akan melewatkan atraksi mereka yang lagi setting mesin di lintasan. 

Saya memulai mengabadikan dengan berbekal kamera nikon yang saya bahwa pun mulai memotret. Disela-sela saya mencari tempat memotret yang pas, saya pun bertanya kepada penonton yang sejak dari tadi menonton Drag Race. "Disini tiap sore ada acara seperti ini ya mas?", "iya mas, asal cuacanya mendukung ya pasti ada acara balapan" jawab penonton sambil asyik menonton drag race tersebut. Saya pun melanjutkan mengabadikan atraksi di lintasan lurus itu. 


Drag race ini meliputi berbagai kelas. Mulai kelas 110 cc sampe 150 cc. Meski ini sebatas balapan liar yang sangat rentan akan keselamatan pengendaranya, tapi mereka tetap memainkan adegan yang sangat berbahaya. Pengendara kuda bermesin ini sangat profesional dan pastinya latihan khusus untuk mengendarai sepeda motor yang sudah diset itu. 


Begitu juga para penonton yang melihat secara langsung tanpa ada jarak dengan lintasan. Meski begitu para penonton tetap saja antusias menontonnya.






Berikut moment dapat saya liput :


Categories:

Kamis, 03 Desember 2015

Mahalnya informasi

Bersepakat untuk berkiprah … satus persen Jatim
Memasuki kawasan kota Blitar dalam perjalanan ke telecenter Bung Karno, Team Telecenter Daragati meyakini bahwa kebesaran nama Telecenter Bung Karno akan membawa keberuntungan. Dengan bekal informasi pada blog Telecenter Bung Karno, kami menuju Kota Blitar.


Sejak gerbang kota sudah tergambar bahwa semua orang minimal instansi / Dinas akan mengarahkan kami ke lokasi. Berbagai informasi sudah terbentang sejak pintu masuk. Dan berbagai informasi yang mendukung dan berbekal kartu telepon dari vendor tertentu kami yakin akan menemukan lokasi, berbekal gambar di blog pastilah terletak tidak jauh dari makam Proklamator Soekarno. Namun apa daya kartu telepon yang kami bawa tidak mendukung (beberapa kota juga tidak semua vendor kartu telepon bisa di akses). Beruntung kartu telepon ke dua mampu menemukenali lokasi.

Masuk tahapan kedua yakni menanyakan kepada petugas pintu masuk area parkir Makam Bung Karno, dan jawaban yang diperoleh adalah tidak tahu Telecenter Bung Karno. Beliau mengarahkan kami ke lokasi makam “Sang Proklamator” untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sehingga perjalan berlanjut ke lokasi makam, dan langsung menanyakan kepada petugas jaga. Dan sekali lagi beliau sampaikan tidak tahu. Namun belaiu masih memberikan jalan ke Perpustakaan dan musium yang ada dalam satu areal makam. 

Dan lagi . . dan lagi petugas menyatakan tidak tahu. Bahkan mereka menegaskan tugas mereka di perpustakaan yan tahunya juga sekitar perpustakaan.


Namun karena sudah masuk lokasi makam, kami prioritaskan untuk “nyekar” seraya berdoa dahulu di Makam Proklamator dan  . . . .mulailah acara “narsis bersama”  He he he ….mulai Gong Perdamaian, museum dan semua properti (tugu masuk, patung Bung Karno dll ) menjadi sasaran empuk kamera yang kami bawa. Dan setelah puas berpotret bersama team, kami lanjutkan pada pusat informasi terdekat  (setelah melaksanakan Shalat Jum at), yakni Kelurahan Sentul Kec Kepanjen Kidul.
Nyekar dan memanjatkan bagi Negeri Tercinta …. Indonesia
Namun kami harus kecewa untuk kesekian kalinya, petugas Kelurahan Sentul tak mampu menjawab pertanyaan kami …. mulai telecenter …. Telecenter Bung Karno dan terletak di mana. Semua informasi oleh petugas langsung di arahkan ke Dishubkominfo. Lah kok pada tidak tahu kalau Telecenter terbaik yang juga milik masyarakt Kota Blitar Terletak di mana.


Dan pencarian kami berbasis Google Map akhirnya mengarahkan kami ke lokasi Taman Parkir Makam Bung Karno (lokasi pertama kami “berlabuh”) he he he …..








Categories: ,

Selasa, 01 Desember 2015

Memulai dari Backdrop

 Warga Peduli Aids (WPA) Kelurahan Bandungrejosari hari ini Selasa (01/12) turun ke jalan untuk memberikan informasi tentang bahaya penyakit HIV / AIDS kepada pengguna jalan sepanjang Sudanco Supriadi (depan Kelurahan Bandungrejosari).


Secara umum kegiatan yang sifatnya promosi kesehatan (PromKes) ini didukung sepenuhnya oleh Telecenter Daragati Kota Malang. Salah satunya adalah pencetakan back drop dengan menampilkan logo Daragati 2.0 dan Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LK) yang ada di Kelurahan Bandungrejosari ini diharapkan dapat menjadi Inspirasi masyarakt dalam penganeka ragaman media.
Menurut Rizki, salah satu personel Malang Youth Center, kegiatan ini luar biasa. Bagaimana tidak, masyarakat mampu melaksakan kegiatan yang variatif. Maksudnya selain dalam bentuk turun lapang menyebarkan brosur dan stiker juga menyediakan satu back drop join sponsorship yang luarbiasa.
Malang memang mBois ….. Daragati 2.0. Being Smart City with Smart People.

Categories:

Kunjung banding ke Telecenter Bung Karno

Blitar Kota – Dalam rangka memenuhi kinerja Telecenter Daragati Kota Malang, Team Kerja Telecener Daragati berkunjung ke Telecenter Bung Karno Jumat (27/11). Kunjungan kerja ini dirasakan penting, karena sebagai pengurus Telecenter yang perlu adanya sinergi dan harmonisasi kinerja bersama dengan Telecenter yang ada di Jawa Timur.
Kunjungan banding ke Kota Blitar, khususnya berkaitan dengan keberadaan Telecenter, adalah melalui kesepakatan dengan pembina Telecenter Daragati. Harapan kegiatan adalah munculnya proses tranfer ilmu diantara Telecenter yang ada, khususnya prestasi kemandirian. Mengingat dalam proses ke depan Telecenter harus berperan optimal, khususnya dalam mewujudkan aplikasi terpadu pelayanan E-sosial (e-Society). Demikian disampaikan Yudhi Artanto selaku manajer Telecenter Bung Karno pada penjelasan kunci terkait pelaksanaan operasional Telecenter.
Kesuksesan Telecenter ini memang sudah dimulai dari awal kegiatan dan mampu melihat peluang pasar. Kesederhanaan dan tangan dingin dalam mengelola kegiatan ini yang menjadikan Yudhi Artanto sukses dan mandiri. Inilah yang kemudian menjadikan TC Bung Karno dinobatkan sebagai Telecenter terbaik, salah satunya adalah upaya memeberikan nilai tambah Telecenter dengan berdirinya cafe mini dalam pelayanan warga yang menggunakan fasilitas di Telecenter.Telecenter DARAGATI 2.0 berkunjung ke Kota Blitar
Fasilitas bangunan yang didanai oleh Pemerintah Kota Blitar tahun 2012 dan peralatan komputer diperoleh dari Dinas Propinsi Jawa Timur dikelola ini memang dikelola secara mandiri. Adapun campur tangan Dishubkominfo adalah motivatior dan fasilitator. Salah satunya adalah memberikan peluang pelatihan, seminar serta berbagai akses ke berbagai Dinas. Salah satu yang akan dilaksanakan dan masuk dalam agenda kegiatan tahun 2016 adalah Pelatihan Toko Online bersama Tokopedia yang biaya kegiatannya difasilitasi Dishubkominfo.
Satu hal lagi sebelum beliau menutup kegiatan, dan dianggap penting oleh Ario Rachmono BS, Drs Moch Djaelani serta Hadi Purwanto adalah kebijakan total Walikota Blitar akan kegiatan Telecenter Bung Karno. Yaitu mendukung sepenuhnya kegiatan Telecenter Bung Karno selama Jabatan Walikota, apalagi dengan terpilihnya Telecenter ini menjadi Telecenter terbaik se Jawa Timur makin meningkatkan appresiasi dan pemahaman Walikota terhadap kegiatan mediasi berbasis Teknologi, Internet dan Komunikasi.

Categories:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Bukan Sekedar Blog | Powered by Bukan Sekedar Blog

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net        Up ↑